POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

Pemuda Indonesia

Diposting oleh pemuda indonesia On 02.30
Menjadi seorang pemuda-pemudi sejati mungkin sangat sulit bagi kita. Kita mestinya memiliki rasa kepedulian pada kondisi bangsa yang seharusnya sangat tinggi. Tapi, melihat realita pemuda Indonesia sekarang, harapan ini seakan semakin menipis. Pemuda sekarang sedang berada di persimpangan jalan, apakah akan menjadi generasi pengganti perubahan dan kebangkitan ataukah bahkan penerus generasi tua sekarang menuju kepunahan. Kekhawatiran ini bukan hanya khayalan, fakta-fakta berbicara bahwa kerusakan generasi muda sudah menjadi sedemikian parah. Narkoba, putus sekolah dan mutu pendidikan rendah, pengangguran muda, free sex, fenomena ABG hedonis, tawuran dan kriminalitas remaja. Sederet kata tersebut sudah sering membuat kepala menjadi pusing.
Seharusnya kita di zaman baru ini memiliki  pikiran baru, jiwa baru dan semangat baru. Dalam tiga hal inilah letak peran pemuda harus menonjol di segala aspek kehidupan. Pikiran baru membuat pemuda belajar dan selalu memperkaya wawasan seluas-luasnya. Jiwa baru mengawali sebuah kematangan setelah menghadapi benturan-benturan tantangan dan menyelesaikannya dengan semangat. Pemuda selayaknya menisbahkan dirinya pada suatu pergerakan untuk memperjuangkan pikiran-pikiran dan jiwanya yang akan menyatu menjadi sejarah emas yang gemilang.
Dalam kondisi sekarang, ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh pemuda. Pertama, adalah memperteguh basis moral kepribadian yang akan membentuk perangai akhlaq mulia. Jejak perubahan akan menapak dengan jelas dan lugas jika sang pelopor menjadi model hidup yang bisa diteladani.
Kedua, mempertajam kompetensi diri pada suatu bidang atau keterampilan tanpa harus kehilangan konteks yang utuh dengan bidang-bidang terkait. Kompetensi ini juga harus kompetitif, karena dengan kompetensilah seseorang bisa mandiri.
Ketiga, menumbuhkan sense of crysis pada bidang sospolekbud. Di sinilah moral diri dan kompetensi diri menemui konteksnya sebagai fungsi dari harokah, sebuah gerakan amal jama’i yang akan membawa peran serta masyarakat ke arah perubahan yang diharapkan. Yang perlu diperhatikan, harokah bukanlah gerakan yang memisahkan dan menutup diri dari masyarakat.
Kalau dikaitkan dengan semangat Juang Islam. Apakah kita tidak ingin seperti Mush’ab bin Umair. Seorang pemuda yang belum juga berusia seperempat abad. Tapi sudah mengawali karirnya menjadi duta Islam pertama untuk masyarakat yang sama sekali belum mengenal Islam. Ia membuka pintu-pintu hidayah masyarakat Yatsrib, sehingga Rasulullah dengan aman bisa membuat cikal bakal negara Islami. Keluhuran akhlaqnya melelehkan keangkuhan dan kecurigaan para pemuka kaum. Bahkan merekrut mereka menjadi salah satu prajurit penguat barisan kebenaran berkat kepiawaiannya dalam berdiplomasi. Sebuah karya yang sangat prestatif.
Refleksi sejati pemuda pembangun bangsa. Integritas moral dan kecerdasan berpadu dalam dirinya. Sebuah pernyataan jenius dia lontarkan saat ditanya oleh Rosulullah, tentang bagaimana dia akan menjalankan tugas di Yatsrib. ” Dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan jika tidak aku dapati pada keduanya, maka aku akan berijtihad ”, jawabnya tenang. Dan Rosulullah pun mempercayainya, untuk sebuah tugas yang tak mudah, dan belum tentu orang-orang yang lebih tua bisa melakukannya. Wafatnya pun dalam keadaan mendekap panji yang diamanahkan Rosulullah, walau harus dengan pangkal kedua tangannya yang telah putus. Ya, ia syahid di medan Uhud dan Rosulullah ikut menangisinya.

0 Response to "Pemuda Indonesia"

Posting Komentar

    About Me

    pemuda indonesia
    AKU ADALAH APA YANG AKU PIKIRKAN DAN YANG KURASAKAN....
    Lihat profil lengkapku